Mengenal Jet Tempur Asal Prancis yang Dibeli Menhan Prabowo Subianto

Penulis: Abdul Aziz

OpiniKita.Id, Jakarta – Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto terus menambah kekuatan militer Indonesia. Salah satunya yaitu juga dengan memborong beberapa jet tempur canggih.

Prabowo pun sudah memantapkan pilihannya untuk membeli jet tempur dari Prancis. Pemerintah Indonesia sudah setuju untuk mendatangkan 42 unit pesawat tempur multifungsi Rafale dari Prancis. Tetapi, pesawat tempur Rafale baru akan datang 3-5 tahun ke depan.

Pesawat multirole combat ini merupakan buatan dari Dassault Aviation yang rencananya akan pertama hadir sebanyak enam pesawat, kemudian disusul sebanyak 36 pesawat berikutnya.

Dassault Rafale memang bukan jet tempur kaleng-kaleng. Pesawat ini diklaim mampu sebagai proyeksi kekuatan dan penyebaran untuk misi eksternal, misi serangan dalam, dukungan udara untuk pasukan darat, misi pengintaian, serangan pelatihan pilot, dan tugas pencegahan nuklir.

Rafale merupakan pesawat jet tempur generasi ke-4,5, bermesin ganda sayap delta yang lincah, yang dirancang dan dibangun oleh Dassault Aviation. Diperkenalkan sejak tahun 2000, Rafale diproduksi baik untuk penggunaan darat dengan Angkatan Udara Prancis maupun untuk operasi berbasis kapal induk di Angkatan Laut Prancis.

Jet tempur kembar ini dapat beroperasi dari kapal induk dan pangkalan pantai. Rafale yang sepenuhnya merupakan pesawat jet tempur serbaguna atau multifungsi, sehingga mampu melakukan semua misi penerbangan tempur.

Dengan rangkaian sistem tersebut, Rafale menjadi jet tempur yang mampu bertahan dalam menghadapi ancaman dari udara maupun daratan. Pada bagian persenjataan, Rafale dibekali GIAT 30/719B cannon dengan 125 bulatan hingga rudal nuklir ASMP-A.

Selain Rafale, pemerintah Indonesia juga melirik jet tempur lainnya yaitu Mirage 2000 – 5. Pemerintah Indonesia berencana melakukan pembelian 12 jet tempur Mirage 2000 – 5 bekas dari Angkatan Udara Kerajaan Qatar. Dimana negeri timur tengah berencana pensiunkan armadanya.

Sama dengan Rafale, Mirage 2000-5 merupakan pesawat tempur buatan Dassault Aviation, Prancis. Pesawat ini sudah mulai diproduksi sebelumnya pada era 1970-an. Disebutkan juga pembelian Mirage 2000-5 ini akan digunakan untuk latihan dan transisi sebelum kedatangan Rafale.

Mirage 2000 merupakan pesawat tempur multirole buatan Prancis, supersonik bermesin tunggal, sayap delta, jet tempur generasi keempat yang diproduksi oleh Dassault Aviation. Pesawat tempur ini dirancang sebagai pesawat tempur ringan berdasarkan Dassault Mirage III pada akhir tahun 1970 untuk Angkatan Udara Prancis. Sampai akhirnya, pesawat Mirage 2000 berkembang menjadi pesawat multirole sukses dengan beberapa varian yang dikembangkan.

Mirage 2000 memiliki laju maksimum 2,2 mach atau lebih dari 2,333 km per jam dalam high altitude, dan 1,110 km per jam (690 mph) di low atitude. Jangkauan dari pesawat tempur in 1,550 km dengan drop tanks. Sementara itu, pesawat tempur ini juga dilengkapi dengan persenjataan, sebagai berikut:

Senjata api: terdapat 2 senjata api ukuran 30 mm (1,18 in) DEFA 554 revolver cannon, 125 rounds per gun. Titik keras: totalnya ada 9 titik keras, diantaranya 4 x under-wing, 5 x under-fuselage dengan kapasitas 6.300 kg (13.900 lb) external fuel and ordnance. Roket: Matra 68 mm unguided rocket pods, 18 rockets per pod. Rudal: Terdapat 2 jenis rudal dalam pesawat tempur ini, air-to-air missiles dan air-to-surface missiles. Bom: ada 9 jenis bom Mk.82

Dengan hadirnya jet tempur ini menjadikan kekuatan pertahanan kita semakin kokoh dan kuat khususnya di bagian pertahanan udara Indonesia. Indonesia sebagai negara kepulauan dengan 17.000 pulau memerlukan banyak pesawat militer untuk mengawasi wilayah kedaulatan NKRI agar situasi tetap aman dan terkendali.

BACA JUGA