SOSIAL

PESTA PORA YANG SUDAH TERLALU LAMA
Seri 5: Ketika Guru Energi Bicara — Sejak 2009 Kami Sudah Memperingatkan Catatan Agus M Maksum Kadang yang paling menyedihkan bukan ketika kita salah mengambil

Azis Subekti: Jangan Korbankan Martabat Manusia di Papua Demi Narasi Digital
JAKARTA – Anggota Komisi II DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra, Azis Subekti, mengeluarkan peringatan keras mengenai fenomena kekuatan narasi dan propaganda modern yang kini

Sunyi yang Dipilih Ketika Jokowi Menjawab Dengan Kesabaran
Di ruang publik Indonesia yang sering gaduh oleh perdebatan, nama Joko Widodo hampir tidak pernah benar benar sepi dari sorotan. Setiap langkahnya dibicarakan. Setiap kebijakannya
TOKOH

PESTA PORA YANG SUDAH TERLALU LAMA
Seri 5: Ketika Guru Energi Bicara — Sejak 2009 Kami Sudah Memperingatkan Catatan Agus M Maksum Kadang yang paling menyedihkan bukan ketika kita salah mengambil

40 Hari Indonesia Diserang — Ini Peta Lengkap Senjatanya
Bukan Konspirasi. Ini Ada di Situs Resmi Mereka Sendiri.Peta Jaringan yang Tidak Diajarkan di Kampus Manapun Catatan Agus M. Maksum “Setelah saya menulis ’40 Hari

DANANTARA TEMBUS ELIT DUNIA!
Setahun lalu diragukan. Hari ini Danantara menjadi salah satu kekuatan investasi negara terbesar di dunia. Dalam berbagai pemeringkatan dana kekayaan negara (sovereign wealth fund), Danantara

Sudaryono: Demokrasi Harus Dijaga dengan Dialog, Bukan Persekusi
Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono menegaskan bahwa demokrasi harus dijalankan melalui dialog dan pertukaran gagasan, bukan intimidasi maupun tindakan kekerasan terhadap pihak yang memiliki pandangan

Melemahnya Rupiah terhadap Dolar: Spekulatif Pasar vs Fundamental Ekonomi Indonesia
Oleh: Azis Subekti Ada satu hal yang sering tidak disadari ketika masyarakat melihat rupiah melemah terhadap dolar Amerika Serikat: yang bergerak bukan hanya ekonomi, tetapi

Azis Subekti: Jangan Korbankan Martabat Manusia di Papua Demi Narasi Digital
JAKARTA – Anggota Komisi II DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra, Azis Subekti, mengeluarkan peringatan keras mengenai fenomena kekuatan narasi dan propaganda modern yang kini