Rasa Penasaran Najwa Shihab Lunas Ditemani Kopi Hambalang

Najwa Shihab yang dikenal akrab Nana, menyampaikan ke publik kalau dia sempat mengundang Prabowo Subianto buat diskusi bareng. Namun, malah dapat penolakan dari Pak Menhan.

Lalu, pada Kamis (02/03/2023), mbak Nana menyambangi ruang kerja Pak Bowo di Kementerian Pertahanan Republik Indonesia, dan terciptanya sebuah momen sampai diabadikan dalam unggahan Instagram pribadi milik mereka.

Dengan caption yang cukup panjang, Nana menuliskan deskripsi dari unggahan foto di Instagramnya, seperti ini bunyinya:

“Ditemani Kopi Hambalang, kami berbincang tentang demokrasi, perihal konstelasi hari ini yang pelik, juga beberapa cerita personal yang sulit maupun apik.”

Saya kuak satu fakta menarik. Ternyata, dulu semasa SMA, Pak @Prabowo pernah menjabat sebagai editor di majalah sekolah.

“Sampai sekarang saya selalu mencatat, terkadang tengah malam saya terbangun dan teringat akan suatu hal,” ungkap Nana.

Dalam percakapan sepanjang 2 jam lebih itu, ide-ide baru bermunculan. Ide memang gratis, tinggal memetik di udara, tapi beberapa ide itu tak dibiarkan hilang begitu saja olehnya. Dua kali ia nelpon stafnya, memberi instruksi sembari menjelaskan alasan di balik perintah itu.

Sayangnya, semua percakapan mereka kemarin off the record. Tapi di ujung sesi pertemuan itu, Nana sempat ngasih pertanyaan, “Bolehkan setelah ini gantian saya yang mengundang Pak Prabowo ke @narasi.tv buat hadir @MataNajwa?”

Di balik unggahan mereka masing-masing, banyak menuai komentar positif dari warga +62 yang buat mereka kepo. Diantaranya, dari sebagian para netizen juga mengatakan, kalau emang dukung Menhan Prabowo buat maju di Pilpres 2024. Beberapa lainnya mendoakan kesehatan Pak Menhan dan memuji Mbak Nana sebagai jurnalis yang kredibel.

Prabowo Subianto Djojohadikusumo yang kita kenal memang seorang tokoh negarawan dengan sepak terjang politik yang lumayan menghebohkan. Awal terjun ke dunia politik, Prabowo bergabung dengan partai Golkar pada tahun 2004. Dan sekedar informasi aja ni buat warga +62, pada masa itu namanya sempat masuk dalam bursa Capres Golkar, sayangnya kalah suara dari Wiranto.

Memasuki tahun 2008, Pak Bowo mendirikan partai politiknya sendiri, yaitu Gerakan Indonesia Raya atau yang kita kenal sekarang adalah Gerindra, dan menempatkan dirinya menjadi ketua partai.

Di Pemilu 2009 merupakan Pemilu perdana bagi Prabowo, di mana ia ikut serta buat berkompetisi sebagai Cawapresnya Bu Megawati. Meski, harus kalah dari pasangan Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono, partai Gerindra berhasil menempatkan 26 wakilnya di kursi DPR RI.

Berlanjut dengan penuh percaya diri, pada tahun 2009 Prabowo mencalonkan sebagai Presiden RI didukung partainya sendiri, yang notaben jauh lebih berkembang dibanding tahun 2004.

Prabowo mencalonkan diri sebagai presiden dengan menggandeng Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) di masa itu. Yakni, Hatta Rajasa buat Cawapresnya, beda season nggak kaya di 2004 jadi Cawapres. Justru, di 2009 Pak Bowo gaet Cawapres.

Namun, keberuntungan belum memihak kepada dirinya.

Bukan Prabowo Subianto namanya jika mudah menyerah. Hebatnya, beliau kembali mencalonkan diri sebagai Presiden RI di Pilpres 2014 melawan paslon Jokowi yang merupakan pertahanan.

Pada Pilpres 2019, banyaknya konflik yang meliputi dan kontroversi yang terjadi antara kedua bakal calon. Mulai dari kekalahan Prabowo yang dianggap karena adanya kecurangan di dalamnya, sampai gugatannya ke Mahkamah Konstitusi, terkait hasil Pemilu Pilpres 2019.

Konflik yang terjadi pada Pilpres 2019 memiliki dampak yang cukup besar terhadap masyarakat Indonesia. Sudah menjadi fakta umum bahwa bangsa kita seolah terpecah menjadi dua kubu yang “lucu”.

Saya bilang lucu karena perseteruan benar-benar seperti layaknya kubu beda negara yang berebut lahan, padahal mereka sama-sama sedang mendukung pasangan calon Presiden yang hendak memimpin buat Negara ini.

Gawatnya lagi, perseteruan ini seolah menjadi dendam berkelanjutan yang memupuk kebencian sesama bangsa, sampai-sampai harus diadakan rekonsiliasi besar dari kedua kubu.

Padahal, Pak Bowo dan Pakde Jokowi sendiri pun sudah saling legowo. Terutama Prabowo yang sudah menurunkan ego yang akhirnya kita tahu saat ini telah membantu pemerintahan Jokowi menjadi Menteri Pertahanan.

Dari konflik-konflik yang ada pada tahun 2019, ngebuat banyak pihak tertarik buat menggali lebih dalam dari sumber pertama yakni Prabowo dan Jokowi. Dan salah satunya, tokoh penting dalam bidang Jurnalistik di negara ini yakni Najwa Shihab.

Karir Nana sendiri di dunia Jurnalistik kian meroket seiring “keberaniannya” dalam menghadapi beberapa tokoh penting yang menjadi lawan bicaranya. Banyak sudah tokoh penting yang diundang dalam acaranya dan berbuah rating tinggi. Karena, kepiawaian dialektika seorang Najwa Shihab.
Kasus-kasus yang diangkat Nana dalam acaranya adalah kasus nasional yang menyangkut keberlangsungan negara.

Beberapa kali Nana sempat mengundang Prabowo karena cukup banyak hal “menarik” yang dirasa Nana dapat diulik dari seorang Prabowo Subianto. Terlepas, dari sepak terjang politik Prabowo yang menarik, beliau juga memiliki segudang gagasan buat pembangunan bangsa ini.

Udah nggak usah diragukan lagi, rasa cinta seorang Prabowo terhadap Tanah Air ini begitu besar. Beliau merupakan abdi negara sejak muda, dan terus melangkah berkarir di dunia militer guna sebagai bentuk rasa cintanya kepada Bangsa ini.

Pertemuan Najwa Shihab, dan Prabowo Subianto di Hambalang pada, Kamis (02/03/2023) menjadi momen menarik bagi warga +62, dan Netizen Indo yang melihat langsung unggahan sebuah foto di medsos dari kedua tokoh besar tersebut.

Pasalnya, tahun ini jadi ajang momen silaturahmi politik jelang Pilpres 2024, di mana setiap tokoh besar menschedule kan agendanya buat ngopi bareng, baik sekedar silaturahmi, soan, hingga pembentukan koalisi.

Ada beberapa asumsi liar yang seolah, mengharapkan Mbak Nana buat maju jadi Cawapres Pak Prabowo di 2024 nanti. Namun, tak sedikit juga yang malah mengaminkan asumsi liar itu, dan sampai – sampai doain Mbak Nana, dan Pak Prabowo bisa bareng – bareng buat gagasan buat membangun bangsa. Hebatnya warga +62 ini yah bisa goreng – goreng situasi haha.

Dari informasi yang beredar, sejatinya pertemuan Menhan Prabowo dengan Najwa Shihab hanya diskusi ringan yang membahas seputar masa depan Negara. Diskusi yang berlangsung akrab dan hangat. Serta, Di akhir pertemuan, Pak Prabowo memberikan Nana sebuah buku “Kepemimpinan Militer ” karyanya, sebagai cinderamata.

Tetapi sabar yah belum ada berita lengkap tentang hasil utuh diskusi tersebut. Mari kita doakan dan simak bareng – bareng, semoga pertemuan ini dapat membuahkan hasil positif untuk kemajuan Bangsa dan Negara ini.

 

Penulis : Fani Fadilla

Editor : Fiqri Aksana R

BACA JUGA