Ketika Merah Putih Bisa Menyatukan Rival Menjadi Kawan

Penulis : Abdul Aziz

Prabowo Subianto dan Joko Widodo tidak lah asing di dunia perpolitikan Indonesia. Bahkan, pada saat pilpres 2019 beliau berdua pernah menjadi rival untuk memperebutkan kursi nomor 1 atau menjadi seorang pemimpin di Negara Indonesia yang kita cintai ini.

 Tentunya, perebutan dari kedua rivalitas itu pun menjadikan warna warni untuk pesta demokrasi kita ini yang dilaksanakan dalam kurun waktu 5 tahun sekali. Dalam pesta demokrasi itu Jokowi sedikit lebih unggul dari Prabowo dan menjadikan dirinya sebagai kepala Negara Republik Indonesia.

 Yaps, Dalam sebuah pertandingan kalah dan menang merupakan hal yang biasa terjadi. Namun, terkadang harapan tak selamanya bisa terwujud. Alhasil, kekalahan menjadi hasil yang diterima, bisa menerima kekalahan pastinya bukan perkara yang mudah. Apalagi jika kita sudah bekerja keras dan memberikan yang terbaik. Jadi, saat menerima kekalahan tersebut sebaiknya tidak terus bersedih apalagi marah. 

 Jika hasil tak sesuai dengan harapan harus bisa menerima dengan lapang dada. Gagal menjadi yang terbaik dalam sebuah kompetisi bukan akhir dari segalanya, Karena di balik kekalahan tersebut pastinya ada pelajaran yang bisa dipetik. 

Begitupun dengan Prabowo ia menerima dengan legowo atas kekalahannya dari Jokowi dalam ajang Pilpres 2019 waktu yang lalu.

 Sebagaimana yang kita sudah ketahui bahwa dari kekalahan Prabowo, Jokowi mengajak Prabowo untuk ikut serta dalam Kabinetnya yang bernamakan Kabinet Indonesia Maju, dan menjadikannya sebagai Menteri Pertahanan Republik Indonesia.

 Prabowo juga mengklaim salah satu alasan pihaknya mau bergabung dengan kabinet Jokowi, karena demi kepentingan bangsa dan negara. Setelah bergabung dengan Kabinet Indonesia Maju, Prabowo mengakui kualitas kepemimpinan Jokowi. Seperti yang dikutip dari tempo.co Prabowo mengakui dirinya merupakan rival Jokowi pada Pilpres 2014 dan 2019. Namun, kini Prabowo mau berdamai dan merapat dengan pemerintahan Jokowi. Hal itu, kata Prabowo, membuat banyak pihak bingung.

 Sudah begitu banyak prestasi dan kinerja Prabowo Subianto semenjak dirinya dilantik menjadi Menteri Pertahanan. dari kutipan jamberita.com, selama menjabat sebagai Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto telah banyak melakukan terobosan untuk membangun kedaulatan bangsa dibidang pertahanan. 

Prestasi luar biasa yang dilakukan Mantan Danjen Kopassus ini yaitu, berhasil mengirim taruna akademi militer semua matra kita belajar di akademi militer Amerika Serikat, membangun Prodi baru di Universitas Pertahanan seperti dokter militer dan lainnya.

 prestasi lain yang berhasil ditorehkan Prabowo adalah pengadaan alat utama sistem persenjataan (Alutsista) dimana Prabowo bukan hanya mampu menyusun perencanaan Jangka panjang selama 25 tahun untuk membangun angkatan bersenjata yang kuat, tapi putra begawan ekonomi Soemitro Djojohadikusumo ini juga mampu mengembangkan industri pertahanan dalam negeri seperti Pindad dan lainnya.

 Selain itu Terobosan Prabowo Subianto menghidupkan konsep pertahanan rakyat dengan melibatkan unsur sipil. Ia akan berkolaborasi dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Cadangan dari rakyat terdiri dari golongan-golongan terdidik mulai dari S1 – S3 untuk menghadapi perkembangan perang secara langsung dan tidak langsung. 

 Yang terakhir komitmen dan pengalaman Prabowo Subianto dalam membangun dunia pertanian Indonesia melalui organisasi HKTI. Dimana melalui organisasi ini Prabowo menyuarakan pentingnya sektor pertanian dalam membangun ketahanan pangan Indonesia. 

 Sehingga kombinasi pengetahuan akan pertahanan keamanan di padukan dengan ekonomi pertanian membuat Prabowo Subianto menjadi calon paling ideal sebagai Presiden Republik Indonesia tahun 2024 untuk mewujudkan Indonesia adil dan makmur sebagaimana yang tertera dalam UUD 1945 sebagai tujuan hakiki kemerdekaan.

 Hal ini yang membuat Presiden Joko Widodo mendukung penuh Prabowo Subianto untuk melaju dalam Pilpres 2024 mendatang. dikutip dari bisnis.com Sebagai informasi, saat memberikan sambutan di acara HUT Perindo, Presiden Joko Widodo (Jokowi) berkelakar bahwa pada 2024 merupakan tahun kemenangan Prabowo Subianto jika maju sebagai calon presiden (capres) RI. 

 “Saya ini dua kali menjadi Wali Kota Solo menang, kemudian ditarik di Jakarta sekali menang. Selanjutnya, dua kali di Pemilu Presiden, menang. Mohon maaf Pak Prabowo, kelihatannya setelah ini [Pilpres 2024] jatah Pak Prabowo,” ujar Jokowi disambut teriakan penonton di iNews Tower.

 kebersamaan Jokowi-Prabowo dalam pemerintahan sekarang ini lebih mencerminkan niat tulus keduanya untuk mengakhiri polarisasi masyarakat. Keduanya mendorong seluruh elemen bangsa untuk merajut lagi persatuan dan kesatuan demi terwujudnya stabilitas nasional dan ketertiban umum.

BACA JUGA