Carilah pemimpin yang banyak panah-panah fitnah menuju kepadanya, ikutilah mereka yang banyak difitnah. Karena sesungguhnya mereka sedang berjuang di jalan yang benar”
Begitu banyak cap dan framing yang ditujukan pada #Prabowo oleh pihak2 yang berusaha membunuh karakter nya. Mulai dari pelanggar HAM, gabung dengan antek asing, sampai yg terbaru adalah framing kegagalan kebijakan food estate yg dikemas sedemikian rupa agar kesan beliau tdk layak disebut sebagai pemimpin.
Yang menarik disimak, dari sekian banyak framing menyudutkan tersebut timbul pertanyaan mungkin secara alam bawah sadar mereka yg menuding tersebut menempatkan beliau sebagai sosok pemimpin dan mengharap ada perubahan yg signifikan, tp mereka abai dan menutup mata klo posisi beliau saat ini seorg mentri yg kewenangan terbatas. Dan ketika hasil signifikan yg diharapkan tidak terjadi serta merta menganggap ini sebagai kegagalan beliau, walaupun beliau secara gentle bertanggungjawab atas semua tuduhan itu.
Berbagai rekam jejak dimana keberpihakan beliau pada hal2 yg menyangkut kebijakan kerakyatan baik yg menjadi kebijakan partai yg dipimpin, seperti revolusi Putih, KESIRA, serta progam2 lainnya serta di departemennya, pemberdayaan babinsa, modernisasi alutsista perubahan kebijakan di kemenhan serta food estate yang dijadikan progam kerja yang akan diprioritaskan ketika beliau diberi amanat nanti(InsyaAllah). Semua itu seakan bukan menjadi prestasi bagi org2 yg menutup hatinya. Orang2 yang sampai detik ini masih menyimpan dendam dan sakit hati. Mengungkit2 pemberian ketika pilpres sebelumnya. Padahal kalo dinalar pilpres 2019 sudah usai kalo kecewa ya sudah gak perlu di pilih lagi bukannya bergerilya untuk memastikan karakternya, justru yang seperti itu akan membuat amal ibadahnya yg sudah dicatat malaikat sebagai shodaqoh menjadi sia2.
Tak jarang kebencian orang2 ini dimanfaatkan orang2 yg punya kepentingan utk diadu domba. Dengan memanfaatkan literasi yang masih kurang di sebagian masyarakat. Seperti gambar dibawah ini. Begitu mudah org2 yang awam akan percaya jika ada ss dan link tanpa melihat isi berita dalam link tersebut langsung menganggap percaya ss dari berita lain adalah berita dari link yg dituju . Praktek ini terus menerus dilakukan oleh pihak2 yg berkepentingan utk menjatuhkan PS. Perlu kebijakan dalam menanggapi setiap berita yang ada agar tidak mudah diadu domba, perlu jiwa yg besar untuk menerima segala perbedaan tanpa dicampuradukkan oleh peristiwa masa lalu tanpa berusaha untuk menjatuhkan orang yg dianggap sudah mengecewakan. Memilih pemimpin ini memilih progam yang terbaik yang ditawarkan. Soal menang atau kalah itu takdir dari Allah tidak perlu menjadi devil Advocate utk menentukan berhak tidaknya seseorang menjadi pemimpin atau tdk krn itu adalah wilayah kekuasaan Allah utk menentukan. Tugas manusia ya klo yakin dengan pilihannya ya sudah itu saja yang dipilih tidak perlu menjugde pilihan orang lain untuk dijatuhkan atau dibunuh karakter nya.
Penulis: Laksmi


