Penulis: Abdul Aziz
OpiniKita.Id, Jakarta – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pertahanan (Kemenhan RI) berencana membeli drone/pesawat nirawak atau Unmanned Aerial Vehicle (UAV) ANKA dari dari Turki.
Drone tempur buatan Turkish Aerospace itu dibeli Kemenhan dengan nilai kontrak mencapai 300 juta dollar Amerika Serikat atau sekitar Rp 4,53 triliun.
Drone buatan Turki itu akan dikirim dalam 3 sistem, untuk 3 AUV untuk TNI AD, 6 untuk TNI AU dan 3 untuk TNI AL. Pesawat nirawak itu memiliki panjang 8,6 meter dan tinggi 3,25 meter serta rentang sayap 17,5 meter. Drone tersebut mampu diterjunkan di berbegai kondisi, termasuk dalam cuaca buruk, kondisi siang maupun malam.
Diketahui bahwa drone ANKA adalah UAV medium altitude long endurance (MALE) yang mampu melakukan beberapa fungsi sebagai drone tempur diantaranya adalah intelijen sinyal dan peperangan elektronik, deteksi dan identifikasi target, observasi (intelijen, pengawasan dan pengintaian/ISR).
Untuk diketahui, Drone ANKA dapat dilengkapi dengan beberapa jenis senjata. Konfigurasi perangkat dan senjata yang dapat dipasang di dalam drone buatan Turki ini antara lain yakni EO/IR SATCOM+Radio Relay, EO/IR+SATCOM+Laser Guided Smart Bombs and Missiles, EO/IR+SATCOM+SAR/ISAR/GMTI+AIS dan EO/IR+COMINT/DF+ESM/ELINT.
Drone ini dikatakan bisa terbang hingga 30 jam dengan ketinggian 30 ribu kaki dan dengan jangkauan line of sight (LOS) mencapai lebih dari 250 kilometer. Drone ANKA SIHA buatan Turki ini juga membawa muatan hingga 350 kg.
Dikatakan, selain materiil kontrak utama pengadaan Drone ini terdapat pula materiil kontrak tambahan berupa Intergrated Logistic Support (ILS), Ground Support and Test Equipment (GS&TE), Flight Simulator, Infrastruktur Hanggar dan pelatihan serta masa warranty selama 24 bulan/600 jam terbang (mana yang tercapai lebih dulu).
Pengadaan yang dilakukan Menhan Prabowo ini juga sebagai upaya untuk terus memperkuat sitem persenjataan TNI sebagaimana arahan Presiden Jokowi. ini merupakan upaya nyata Menhan Prabowo dalam menindaklanjuti arahan Presiden Jokowi untuk terus memperkuat sistem pertahanan Indonesia, terutama dengan meningkatkan ragam, kuantitas dan kualitas alutsista TNI.


