Penulis: Abdul Aziz
OpiniKita.Id – Menteri Pertahanan Republik Indonesia (Menhan RI) Letjen TNI (Purn.) Prabowo Subianto mengatakan, memperkuat Alutsista TNI adalah sebuah kebutuhan yang tidak dapat dielakkan untuk investasi jangka panjang Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Menurut Prabowo, bangsa yang kuat harus diimbangi dengan pertahanan yang kuat pula. Terlebih lagi, era modernisasi saat ini perkembangan teknologi sangat berkembang kian pesat. Sehingga, negara Indonesia memiliki tantangan yang tidak mudah dalam menghadapi berbagai ancaman yang bisa terjadi kapan saja dan di mana saja.
Kendati demikian, mantan Danjen Kopassus itu menegaskan, kebutuhan untuk memperkuat pertahanan bukan berarti Indonesia akan perang dengan negara lain.
Sejarah peradaban manusia telah mengajarkan bahwa perdamaian dan kemakmuran sebuah negara tidak akan pernah terwujud tanpa pertahanan yang kuat. Karena itu semua negara yang maju selau investasi dalam pertahananan asuransi, kalau terjadi apa-apa situasi tidak diinginkan, negara itu siap.
Letak geografis Indonesia yang terdiri dari ribuan pulau dari Sabang sampai Merauke, serta wilayah maritim Indonesia yang sangat luas menjadi catatan penting dalam menentukan pilihan alutsista TNI untuk memperkuat pertahanan NKRI.
Pemerintah Indonesia, memiliki komitmen besar untuk membangun kekuatan TNI baik Matra Darat, Matra Laut, maupun Matra Udara. Dengan demikian membangun kekuatan pertahanan di Indonesia tidak bisa hanya diprioritaskan salah satu Matra TNI saja.
Dengan kekuatan alutsista TNI tiga matra yang seimbang bisa menjaga dan melindungi kedaulatan negara, keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia, serta keselamatan segenap bangsa dari segala bentuk ancaman.


