Penulis: Abdul Aziz
OpiniKita.Id – Bakal calon presiden (bacapres) yang diusung oleh Koalisi Indonesia Maju (KIM), Prabowo Subianto merefleksi hidupnya yang menginginkan Indonesia untuk tumbuh menjadi negara yang bermartabat dan rakyat tidak lagi hidup dalam zona kemiskinan.
Prabowo berkisah bagaimana refleksi tersebut ia dapatkan dari sejumlah pengalaman hidupnya. Kisah yang pertama Prabowo ungkap saat ia masih berusia 20 tahun dan telah menjadi seorang perwira TNI.
Saat itu, Prabowo beserta sejumlah anak buahnya tengah berenang di kolam renang yang berlokasi di Manggarai dan dirinya melihat dinding marmer dalam bahasa Belanda yang artinya “Anjing dan Pribumi Dilarang Masuk”.
Kisah lainnya diungkap saat Prabowo menempuh pendidikan di sejumlah sekolah di Eropa. Ia mengalami sendiri bagaimana saat itu bangsa Indonesia dianggap remeh oleh bangsa lain.
Sejumlah pengalaman hidup tersebut yang kemudian membulatkan tekadnya untuk membangun bangsa dan negari ini. Prabowo tidak ingin bangsa Indonesia dihina terus. Untuk itu, ia bertekad untuk membangun Indonesia menjadi bangsa yang bermartabat dan terhormat.
Prabowo memiliki cita-cita agar generasi penerus bangsa Indonesia dapat berdiri di atas kaki sendiri dan tidak bergantung kepada Negara-Negara lain.
Refleksi hidup Prabowo Subianto, sebelum dirinya meninggal, Prabowo mau melihat Indonesia menjadi negara yang bermartabat, negara yang terhormat. Prabowo juga ingin lihat, tidak ada lagi kemiskinan di Republik Indonesia, dan anak-anak Indonesia kuat, gembira, senyum, orang tuanya gembira.


