Penulis: M. Fajri Yanuar
OpiniKita.Id – Pembahasan tentang transformasi hukum dan HAM selalu menjadi topik yang menarik untuk dibahas atau dikaji lebih mendalam demi terciptanya aplikasi atau tindakan yang sesuai dari esensi produk hukum dan HAM.
Dalam hal ini Prabowo membahas strategi dalam menjawab strategi transformasi hukum dan HAM di Indonesia saat acara Dialog Terbuka Muhammadiyah bersama Calon Pemimpin Bangsa, dimana isu ini menjadi dasar dalam membawa Indonesia yang berkeadilan.
Persoalan hukum harus dilihat dari hulu dan penyebab masalahnya secara terperinci, posisi hakim sebagai penentu dari persoalan hukum harus terjaga integritas secara profesional memandang hukum tanpa pandang bulu.
Penegakan hukum yang sudah dijalankan di era Presiden Jokowi dengan meningkatkan, menerima, mengelola dan menjaga kekayaan agar anggaran cukup, salah satunya dengan memperbaiki gaji hakim menjadi strategi Prabowo dengan meneruskan dan menyempurnakan apa yang sudah dilakukan saat ini.
Terkait HAM, Prabowo menjelaskan beberapa kasus pelanggaran HAM seperti kasus Rempang yang harus diwaspadai karena banyak ditunggangi oleh pihak-pihak tertentu, dalam kasus ini kehendak pemimpin menjadi kunci akan penyelesaian konflik.
Dalam penyelesaian kasus seperti ini, Prabowo berpendapat dengan melakukan pendekatan hukum secara soft akan lebih baik dan efektif.
Cara inilah yang akan dibawa Prabowo dalam persoalan HAM serta menjawab transformasi hukum di Indonesia untuk membawa Indonesia adil makmur dan berkeadilan.


