Gemoy Effect Prabowo pada Pemilih Muda

Penulis: M. Fajri Yanuar

OpiniKita.Id – Sebutan gemoy yang tertuju pada calon presiden dari Koalisi Indonesia Maju Prabowo dilontarkan oleh pendukung Prabowo yang ramai diperbincangkan di media sosial. Kata gemoy merupakan turunan arti kata gemes atau menggemaskan dan umum dipakai oleh anak-anak muda.

Prabowo berhasil merubah imej pada yang terjadi pada dirinya, dimana Prabowo awalnya dikenal sebagai sosok yang tempramen namun saat ini Prabowo mampu merubah imej menjadi sosok yang tenang, tidak kaku serta membawa politik riang gembira.

Imej Prabowo yang melunak terlihat dari gaya berpakaian, cara berbicara, serta tingkah laku yang gemoy diluar ekspektasi seperti joget.

Dengan sikap seperti ini Prabowo yang saat ini berumur 71 tahun membawa pesona muda dan segar serta tidak kaku dalam tampil di depan media dan masyarakat.

Gaya Prabowo yang seperti ini menjadi daya tarik pemilih muda apalagi ditambah adanya sosok Gibran sebagai pasangan calon wakil presiden yang menjadi keterwakilan anak muda dalam pilpres 2024.

Imej gemoy pada Prabowo memiliki effect dari citra yang lucu dan menggemaskan, gemoy dapat menjadi kunci kemenangan Prabowo dimana citra gemoy yang dibawa Prabowo memiliki daya tarik dan disukai pemilih karena beberapa alasan psikologis dan sosial.

Dengan ini gemoy effect mampu membawa keterlibatan emosional pemilih muda membuat ikatan emosional dan pemilih cenderung merasa lebih dekat dengan pemimpin yang mampu membuat mereka merasa senang.

BACA JUGA