Penulis: Abdul Aziz
OpiniKita.Id – Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) merujuk kepada sekelompok individu yang menggunakan senjata api dan taktik militer dalam melakukan aksi kejahatan. Mereka sering kali memiliki tujuan politik, ekonomi, atau sosial tertentu yang ingin dicapai melalui tindakan kekerasan.
Disini Prabowo Subianto sebagai Menteri Pertahanan (Menhan) mengandalkan pengalaman di dunia militer dalam menjelaskan penyesalan konflik di Papua saat debat calon presiden.
Prabowo sudah mempertimbangkan pendekatan dialog serta pembangunan ekonomi dan infrastruktur untuk mengurangi konflik di Papua. Upaya tersebut bahkan sudah sempat dilakukan pemerintah sebelumnya dalam mengurangi konflik di Papua.
Calon Presiden RI dari nomor urut 2 itu juga berjanji akan memberikan amnesti kepada kelompok bersenjata untuk mengakhiri konflik di Papua. Pemberian amnesti untuk yang kelompok mengangkat senjata melawan pemerintah jadi yang ingin merdeka diri lepas dari NKRI.
Dalam pemberian amnesti itu, Prabowo akan melakukan proses dialog dan pendekatan secara lembut atau soft approach kepada pihak di Papua. Setelah proses komunikasi berjalan, Prabowo akan memberikan amnesti kepada kelompok bersenjata di Papua.
Dengan adanya amnesti yang diberikan oleh Prabowo itu merupakan salah satu solusi demi mencapai sebuah perdamaian tanpa adanya pertumpahan darah sehingga tidak ada pelanggaran HAM yang berlarut larut dan mencapai penyelesaian final konflik yang ada di Papua.


