Penulis: Abdul Aziz
OpiniKita.Id – Selain berperan sebagai produsen makanan, petani juga dapat berperan sebagai penggerak pembangunan ekonomi di daerah pedesaan. Dengan meningkatkan produktivitas pertanian, petani dapat meningkatkan pendapatan mereka sendiri dan juga membantu mengurangi angka kemiskinan di daerah pedesaan.
Selaras dengan Calon Presiden (Capres) nomor urut 2, Prabowo Subianto, yang memiliki kemampuan untuk mengatasi tantangan yang dihadapi oleh petani di Indonesia jika dipercayakan sebagai pemimpin di masa depan.
Prabowo menegaskan komitmennya untuk melanjutkan strategi pro-rakyat, khususnya yang berkaitan dengan kelompok petani dan perhutanan di Indonesia. Capres dari Koalisi Indonesia Maju itu telah merancang strategi komprehensif yang mencakup kelanjutan program-program yang sudah terbukti berhasil di era pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Dengan latar belakang Penilaian ini didasarkan pada pengalaman Prabowo yang sebelumnya menjabat sebagai Ketua Umum (Ketum) Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) selama periode 2004-2009.
Di bawah kepemimpinan Prabowo, HKTI telah bertransformasi menjadi organisasi yang mandiri dan selalu bersikap kritis terhadap kebijakan pemerintah, terutama dalam program-program yang dapat merugikan petani. Selain itu, Prabowo berhasil menjadikan HKTI mampu membiayai dirinya sendiri tanpa hanya mengandalkan subsidi pemerintah seperti sebelumnya.
Prabowo pun membangun strategi berupa terobosan yang disusun berdasarkan analisis bersama para ahli terkait kondisi di tanah air. Fokus utamanya, yaitu pengembangan program pro-rakyat hingga mampu melompat menjadi negara makmur.
Dengan ini Prabowo terbukti sangat memperhatikan segmen masyarakat kecil, termasuk para petani. Komitmen Prabowo juga mempercepat pembangunan infrastruktur pertanian dan memajukan kesejahteraan para petani.


