Penulis: Abdul Aziz
OpiniKita.Id – Presiden Joko Widodo mengklaim progres pembangunan kantor presiden di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, Kalimantan Timur telah mencapai 38 persen. Dalam kesempatan ini, ia juga memaparkan pembangunan sejumlah infrastruktur yang ada di IKN tersebut masih sesuai dengan rencana.
Maka dari itu, Calon Presiden (Capres) Prabowo Subianto dan Calon Wakil Presiden (Cawapres) Gibran Rakabuming Raka memprogramkan percepatan pembangunan daerah penyangga Kota Nusantara.
Ibu kota negara masa depan Indonesia yang dibangun pada sebagian wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai Kartanegara di Provinsi Kalimantan Timur.
Pasangan Prabowo-Gibran, mempunyai program unggulan membantu percepatan pembangunan wilayah penyangga Kota Nusantara. Pembangunan dan pemindahan ibu kota negara Indonesia bukan kepentingan politik, tetapi sudah memiliki kekuatan hukum dan harus direalisasikan ibu kota negara masa depan Indonesia.
Memang itu semua tidak terlepas dari peran seluruh elemen masyarakat harus bersatu mendukung semangat pembangunan dan pemindahan ibu kota negara Indonesia dari Jakarta ke sebagian wilayah Provinsi Kalimantan Timur itu.
Ibu kota negara masa depan Indonesia itu dibangun menganut konsep habitat manusia dan infrastruktur kota sebagai bagian dari ekosistem hutan (smart forest city) yang berkelanjutan. Dibutuhkan dukungan dari daerah sekitar dalam pembangunan dan perkembangan ibu kota negara baru Indonesia.
Dengan konsep itu, pembangunan infrastruktur dan pemenuhan hak dasar seperti pangan dan air akan menjadi prioritas. Provinsi Kalimantan Timur menjadi pusat Indonesia, sekaligus sebagai pemerataan pembangunan di wilayah Indonesia.


