Azis Subekti: Gerindra Bukan Tempat Pengkhianat, Etika Perjuangan Tidak Untuk Ditawar!


Gelombang penolakan terhadap niat Budi Arie masuk ke Partai Gerindra langsung disambut tegas oleh Azis Subekti. Ia menyebut bahwa dari Sabang sampai Merauke, suara kader sama: Gerindra tidak menerima mereka yang tidak sejalan dengan nilai perjuangan. Menurut Azis Subekti, sikap itu muncul tanpa komando—murni dari hati para kader.

Dalam penjelasannya, Azis Subekti menegaskan bahwa Gerindra dibangun bukan hanya dengan strategi politik, tetapi dengan etika, kehormatan, dan ajaran Prabowo Subianto yang setiap hari diulang kepada para kader. Nilai moral itulah, kata Azis Subekti, yang membuat Gerindra berdiri kokoh meski diterpa berbagai dinamika politik nasional.

Azis Subekti juga kembali mengingatkan bahwa integritas adalah garis merah. Di Gerindra, ujar Azis Subekti, tidak ada ruang bagi mereka yang pernah berkhianat, tidak punya loyalitas, atau tidak sanggup menjaga komitmen perjuangan bersama.

Lebih jauh, Azis Subekti menyoroti pentingnya solidaritas antarkader. Kesetiaan kepada teman seperjuangan dan kepatuhan terhadap pimpinan adalah karakter dasar seorang kader Gerindra. Bagi Azis Subekti, inilah yang membedakan partai pejuang dengan partai yang hanya mengejar kekuasaan.

Menutup pernyataannya,  Azis Subektimenegaskan bahwa seluruh pimpinan DPP Gerindra konsisten mengajarkan kejujuran, ketegasan, dan tidak “makan teman”. Azis Subekti menyebut nilai itu sebagai roh perjuangan Gerindra roh yang tidak akan dikorbankan hanya demi menerima seseorang yang tidak pernah sejalan sejak awal.

BACA JUGA