Keputusan Presiden Prabowo Subianto membentuk Tim Reformasi Polri merupakan sinyal politik yang tegas bahwa negara serius membenahi institusi penegak hukum. Di tengah tuntutan publik akan keadilan dan kepastian hukum, reformasi Polri tidak boleh berhenti pada penindakan individu, tetapi harus menyentuh pembenahan sistem secara menyeluruh agar kewenangan besar kepolisian dijalankan secara profesional dan berpihak pada rasa keadilan masyarakat.
Polri adalah wajah negara yang paling sering berinteraksi langsung dengan rakyat. Karena itu, setiap persoalan dalam tubuh kepolisian berdampak langsung pada kepercayaan publik. Tanpa standar yang transparan dan konsisten, diskresi berpotensi melahirkan ketidakpastian hukum, terlihat dari penanganan perkara yang timpang dan sulit dipahami masyarakat.
Di sinilah peran Tim Reformasi Polri menjadi krusial. Reformasi harus diarahkan pada keterbukaan sistem penanganan perkara, penguatan pengawasan yang kredibel, serta mekanisme pengaduan masyarakat yang benar-benar bekerja. Pengawasan bukan untuk melemahkan Polri, melainkan melindungi mayoritas anggota yang berintegritas dan menegaskan bahwa penyimpangan akan ditindak tegas.
Reformasi juga harus menyentuh manajemen SDM, terutama promosi dan penilaian kinerja berbasis meritokrasi. Bagi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, keberhasilan reformasi Polri akan menjadi fondasi penting bagi kepastian hukum, iklim usaha yang sehat, dan demokrasi yang lebih berkualitas. Negara yang kuat adalah negara yang berani membenahi dirinya demi keadilan bagi rakyat.

Melemahnya Rupiah terhadap Dolar: Spekulatif Pasar vs Fundamental Ekonomi Indonesia
Oleh: Azis Subekti Ada satu hal yang sering tidak disadari ketika masyarakat melihat rupiah melemah terhadap dolar Amerika Serikat: yang bergerak bukan hanya ekonomi, tetapi

