Penulis: M. Fajri Yanuar
OpiniKita.Id – Sebagai kepala negara Jokowi mampu membawa dan menjaga nuansa demokratis di Indonesia dengan menjaga persatuan bangsa serta kebebasan bernegara bagi seluruh masyarakat Indonesia.
Mendekati tahun politik 2024, banyak stigma yang muncul atas dirinya sebagai Presiden Republik Indonesia dengan menyinggung dinasti politik Jokowi.
Kita ketahui bahwa Kaesang Pangarep yang merupakan anak bungsu dari Jokowi baru saja menjadi Ketua Umum Parta Solidaritas Indonesia (PSI) dan Walikota Solo Gibran yang juga anak dari Presiden RI masuk dalam bursa cawapres dari Prabowo.
Dengan itu banyak munculnya stigma bahwa Jokowi melakukan politik dinasti yang menjadikan anak-anaknya turun dalam dunia politik.
Akan tetapi kita perlu mengenal lebih dalam apa itu dinasti politik. Politik dinasti lebih identik dengan kerajaan sebab kekuasaan yang diturunkan dari ayah kepada anak. Politik dinasti dapat juga diartikan sebagai sebuah kekuasaan politik yang dijalankan oleh sekelompok orang yang masih terikat dalam hubungan keluarga.
Apakah Jokowi melakukan politik dinasti?
Kita harus cermat dalam membaca dan menilai seorang pemimpin dalam menjalankan kepemimpinannya dalam sebuah negara yang terlebih di Indonesia yang merupakan negara demokratis.
Dalam kepemimpinannya Jokowi sangat membedakan kepentingan keluarga dan kepentingan bangsa. Terlihat bagaimana Jokowi bertindak terhadap anak-anaknya yang juga turun dalam dunia politik, Jokowi sangat membebaskan anak-anaknya dalam membuat pilihan sendiri bagaimana mereka berpolitik dan menentukan arah.
Kaesang yang memilih untuk bergabung dengan PSI menjadi bukti bahwa Jokowi merupakan orang yang sangat demokratis, Jokowi tidak melakukan intervensi terhadap pilihan anaknya dalam berpolitik.
Terlepas dari isu dinasti politik Jokowi, terlihat bahwa Jokowi tidak serta merta menurunkan kekuasaanya langsung kepada anaknya. Perlu ada proses dimana anak-anak Jokowi sendiri harus menjalankannya menghadapi proses-proses serta dinamika yang ada dalam politik.
Disini terlihat jelas bahwa Jokowi tidak menjalankan politik dinasti, justru Jokowi orang yang sangat demokratis dengan memberikan kebebasan kepada anaknya dalam berpolitik, melewati proses, dan menjalankan semua tindakan sesuai hukum.


