Penulis: M. Fajri Yanuar
OpiniKita.Id – “Indonesia tidak akan bercahaya karena obor besar di Jakarta, tetapi Indoensia akan bercahaya karena lilin-lilin di desa” – Bung Hatta.
Perkataan Bung Hatta di atas sangat terngiang di benak kita dimana pemerataan ekonomi, pembangunan serta pemberantasan kemiskinan bukan hanya terfokus pada kota-kota besar akan tetapi syarat akan Indonesia Maju harus berfokus dan berawal dari desa.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ada 83.794 desa/kelurahan di Indonesia pada tahun 2022 yang tersebar di 38 Provinsi di Indonesia.
Melihat dari misi Prabowo-Gibran sebagai pasangan capres cawapres dari Kolaisi Indonesia Maju dalam pemilu 2024, perhatian khusus pada desa masuk dalam misi Prabowo yang disebut sebagai Asta Cita membawa Indonesia Emas 2045.
Berkomitmen dengan membangun Indonesia dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan, Prabowo dinilai paling mampu mendorong keberlanjutan pembangunan infrastruktur yang dimulai dari desa.
Dengan melanjutkan program pembangunan infrastruktur desa, program ini menjadi strategi utama dalam pembangunan nasional yang berdampak pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, mengurangi kemiskinan, peningkatan akses dan kualitas pelayanan publik di desa.
Program-program terkait pembangunan desa yang sudah dilaksanakan harus dilanjutkan dan ditingkatkan. Dengan ini, upaya Prabowo dalam membangun Negeri dari desa sebagai langkah konkrit menjawab permasalahan pemerataan ekonomi dan pengentasan kemiskinan untuk Indonesia Emas 2045.


