“Diah Ayu Disiksa di Negeri Orang: Biaya Rumah Sakit Ditanggung Uya Kuya, Solidaritas di Tengah Luka”

Diah Ayu Disiksa di Negeri Orang: Saat Harapan untuk Keluarga Berubah Jadi Luka di Perantauan”

Malaysia, D’On – Diah Ayu Kurniasari hanya ingin bekerja, menabung, dan membantu keluarga di Blitar, Jawa Timur. Namun perjuangannya di negeri orang justru berakhir pilu — disiksa oleh sesama anak bangsa di tempat ia mencari nafkah.

Tragedi memilukan itu terjadi pada 7 Oktober 2025 di tempat Diah tinggal dan bekerja di Malaysia. Bukan oleh majikan atau warga asing, melainkan oleh sesama WNI yang seharusnya menjadi kawan senasib di rantau.

Menurut Direktur Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri, Judha Nugraha, insiden ini diduga berawal dari masalah pribadi. Namun apa pun alasannya, kekerasan yang dialami Diah meninggalkan luka mendalam — baik di tubuh maupun di hati. Tubuhnya penuh luka akibat penganiayaan hingga ia harus dirawat intensif di Rumah Sakit Kuala Lumpur.

Tangan-Tangan yang Masih Peduli

Di tengah derita itu, secercah empati datang dari tanah air.
Akun @PartaiSocmed di platform X mengabarkan bahwa biaya perawatan Diah Ayu di rumah sakit sepenuhnya ditanggung oleh Uya Kuya, artis sekaligus aktivis sosial yang dikenal peduli pada isu kemanusiaan.

TKI di Malaysia. Mata kanan di congkel, mata kiri di jahit, telapak tangan kanan digunting hancur, telinga digunting koyak, kemaluan nya dimasukin cabe merah, lalu dibuang ke pinggi jalan tol. 
Yg menolong biaya RS hingga kepulangannya ke Blitar justru Uya Kuya.
https://x.com/PartaiSocmed/status/1978760775968698870



Langkah Uya Kuya ini memantik simpati publik dan menjadi pengingat bahwa di tengah gelapnya kisah pekerja migran, masih ada hati-hati baik yang tak tega membiarkan sesama berjuang sendiri.

KBRI Kuala Lumpur Bergerak Cepat

Setelah peristiwa itu terungkap, KBRI Kuala Lumpur segera mengambil langkah cepat. Mereka memastikan Diah mendapat perawatan medis dan perlindungan hukum yang layak.
Hasil koordinasi dengan Polis Diraja Malaysia (PDRM) membuahkan hasil — enam orang pelaku berhasil ditangkap, terdiri dari tiga WNI dan tiga warga Malaysia pemegang kartu identitas (IC).

KBRI juga menyiapkan pendamping hukum khusus untuk mengawal proses penyelidikan dan memastikan hak-hak Diah terpenuhi.

Peringatan Bagi Sesama di Tanah Rantau

Kasus ini menjadi pengingat pahit bahwa ancaman bagi pekerja migran tidak selalu datang dari majikan, melainkan kadang dari orang sebangsa yang kehilangan empati dan nurani.

Kementerian Luar Negeri mengimbau seluruh WNI di luar negeri untuk menjaga solidaritas, saling menghormati, dan menghindari konflik yang dapat berujung kekerasan. Karena di tanah orang, yang kita punya hanyalah sesama anak bangsa.

Luka yang Menguatkan

Kini, Diah Ayu perlahan pulih. Ia masih memerlukan waktu untuk memulihkan tubuh dan hatinya, tapi keberaniannya untuk bangkit adalah cermin keteguhan seorang pekerja migran Indonesia.

Diah tak hanya berjuang untuk dirinya, tetapi juga untuk banyak pekerja migran lain yang mungkin diam dalam ketakutan.
Kisahnya menjadi seruan agar tak ada lagi Diah Ayu-Diah Ayu lain yang harus disiksa di negeri orang.

(K)

#KisahDiahAyu #TKWDisiksa #PekerjaMigranIndonesia #KBRIKualaLumpur #UyaKuya #SolidaritasWNI #PartaiSocmed #HumanStory #Internasional

BACA JUGA