Penulis: Abdul Aziz
OpiniKita.Id, Bali – Para ketua Partai Golkar tingkat provinsi se-Indonesia tidak hanya membahas tentang penolakan wacana Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) partai itu pada pertemuan di Bali, tapi juga mendiskusikan agar Golkar di bawah kepemimpinan Airlangga Hartarto untuk berkoalisi mendukung Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto sebagai bakal calon presiden.
Pertemuan dengan 38 ketua DPD (Dewan Pimpinan Daerah tingkat provinsi) I seluruh Indonesia dan dengan Ketua Umum di Bali, Senin, 31 Juli 2023. Selain membicarakan terkait penolakan Munaslub, juga di dalam diskusi santai dan informal sebagian besar suasana kebatinan beberapa DPD I mendorong agar Golkar bisa berkoalisi dengan Gerindra.
Alasan kebanyakan ketua DPD I Golkar mendukung Prabowo karena Prabowo pernah menjadi kader Golkar dan partainya pernah mengusung Prabowo pada pemilu 2014 silam.
Selain itu, naiknya secara pesat elektabilitas Prabowo yang cukup bagus. Wancana selanjutnya mayoritas DPD I ingin Golkar berkoalisi dengan Gerindra. Alasan itu karena elektabilitas Prabowo yang bagus di antara bakal capres lainnya.
Merujuk dari hasil sejumlah survei yang didapat, elektabilitas Prabowo moncer mengungguli dua bacapres lainnya yaitu Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan.
Berdasarkan temuan Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA ke 1.200 responden pada rentang 3 hingga 14 Mei 2023, suara pemilih Partai Golkar lebih banyak ke bacapres Prabowo Subianto. Mayoritas 55,4 persen pemilih Golkar itu mendukung Pak Prabowo,
Menilai dari Golkar yang mengambil langkah rasional jika memberikan dukungan kepada Calon Presiden (Capres) Prabowo Subianto di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 mendatang. Apalagi melihat tren dukungan kepada Menteri Pertahanan tersebut yang kini terus meningkat.
Dukungan kepada Prabowo terus meningkat mulai dari masyarakat hingga elit nasional seperti dengan bergabungnya PBB ke dalam Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR).
Prabowo dan Golkar juga memiliki sejarah bersama. Di mana Prabowo merupakan pemimpin jebolan dari Golkar dan pernah bersama ketika Pilpres 2014 lalu. Maka dari itu, Golkar juga dilihat lebih rasional jika memberikan dukungan kepada Prabowo di Pilpres 2024 mendatang.


