Penulis: M. Fajri Yanuar
OpiniKita.Id – Selama menjabat sebagai Menteri Pertahanan RI, Prabowo Subuanto membuat sejumlah pengadaan alutsista baru untuk memperkuat pertahanan Negara. Memperkuat pertahanan Negara merupakan suatu misi untuk mencapai keamanan Negara dan terciptanya perdamaian Dunia.
Menambah atau upgrade alutsista merupakan suatu yang pokok untuk memenuhi kebutuhan TNI dalam menjaga NKRI. Alutsista baru yang menjadi bagian dari pertahanan TNI pada era Prabowo Subianto sebagai Menteri Pertahanan RI adalah sebagai berikut;
Pada Juni 2021 Pemerintah menandatangani kotrak kerja sama pembelian kapal perang fregat dari perusahaan pembuat kapal Italia, Fincantieri. Pada kesepakatan pembelian itu, Fincantieri akan menyuplai 6 fregat kelas FREMM atau European multi-pupose frigate dan 2 fregat bekas kelas Maestrale. Dan pada awal Juli 2020, Prabowo memesan 500 unit kendaraan taktis atau rantis 4×4 produksi PT Pindad.
Selanjutnya pada November 2021, Kementerian Pertahanan menandatangani kontrak pemesanan 2 pesawat Airbus A400M buatan Perancis yang memiliki konfigurasi multi peran tanker dan angkut.
Pada tahun berikutnya bulan Februari 2022, Prabowo membeli 42 unit pesawat tempur Dassault Rafale oleh perusahaan Dassault Aviation dari Perancis.
Pada waktu yang sama Prabowo juga membeli dua kapal selam Scorpene asal Perancis, dan diketahui bahwa pembuatan kapal selam tersebut membutuhkan 6 tahun.
Dan pada tahun 2023, Prabowo membeli 12 unit jet tempur Mirage 2000-5 bekas dari Qatar. Jet tempur ini di produksi Dassault Aviation asal Perancis.
Pada bulan Agustus tahun 2023, Prabowo memborong 24 pesawat tempur F-15EX dari Amerika Serikat. Penandatangan nota kesepahaman (MoU) disaksikan langsung oleh Menteri Pertahanan Prabowo Subianto di St. Louis, 21 Agustus.
Setelah pembelian pesawat tempur, di bulan yang sama Prabowo juga menyaksikan penandatanganan antara PT. Dirgantara Indonesia dan Lockhead Martin untuk pembelian 24 unit Helikopter S-70M Blackhawk.


