Penulis: M. Fajri Yanuar
OpiniKita.Id – Prabowo menuduki posisi sebagai Menteri Pertahanan di kabinet pemerintahan Presiden Joko Widodo. Pada masa jabatannya, Prabowo diberi tugas khusus mulai dari mengembangkan industri pertahanan berbasis teknologi hingga moderenisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista).
Pada awal perjalanannya menjadi Menteri Pertahanan, Prabowo menjadi perbincangan publik, Prabowo disebutkan tidak mau menerima gaji sebagai menteri dan tidak menggunakan fasilitas negara.
Sebagai menhan Prabowo sangat gencar memasarkan produk persenjataan Indonesia ke berbagai negara mulai dari negara Asia hingga Afrika menjadi sasara ekspor senjata buatan Indonesia.
Prabowo juga mempromosikan PT Pindad, PT PAL Indonesia, PT DI dan PT LEN sebagai Industri Pertahanan Indonesia. Presiden Joko Widodo juga memberikan tugas khusus kepada Prabowo dalam upaya menjaga ketahanan pangan nasional untuk memperkuat food estate.
Aksi nyata Prabowo sebagai menhan dalam mewujudkan moderenisasi alat utama persenjataan (alutsista) dibuktikan dengan pembelian enam kapal perang fregat kelas FREMM, pemesanan 2 pesawat Airbus A400M buatan Perancis, 42 unit pesawattempur Dassault Rafale, dua kapal selam Scorpene asal Perancis, 12 jet tempur Mirage 2000-5, 24 pewawat tempur F-15EX, dan 24 Helikopter S-70M Blackhawk.


