Sudut Pandang Prabowo Merancang Indonesia Emas 2045

Penulis: M. Fajri Yanuar

OpiniKita.Id – Presiden Joko Widodo menjelaskan untuk mencapai Indonesia emas 2024 membutuhkan smart execusion yang dilatarbelakangi dengan smart leadership serta strong leadership, yang berani dan pandai mencari solusi, dan yang punya nyali.

Selama ini Jokowi telah menerapkan yang dimaksud dengan ekonomi Pancasila yaitu berupa program Kartu Indonesia Sehat, Kartu Indonesia Pintar, Kartu Sembako, Program Keluarga Harapan, dan BLT Dana Desa.

Pandangan ekonomi Pancasila ini dibutuhkan dan sejalan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat Indonesia sebagai bagian dari sudut pandang Prabowo sebagai strategi transformasi bangsa menuju Indonesia Emas 2045. 

Terdapat 10 fokus kebijakan menuju Indonesia Emas 2045 yang dipapakan Pabowo yaitu;

Ketahanan pangan, ketahanan energi, ketahanan air yang merupakan kebutuhan pokok masyarakat harus berdaulat dalam mencapai kejayaan suatu Negara; 

Pengetasan kemiskinan yang diaplikasikan harus lebih merata; 

Kesehatan dan farmasi dengan mengoptimalkan pemberian pelayanan fasilitas kesehatan kepada masyarakat; 

Pendidikan, sains dan teknologi hal yang sangat strategis dan harus dimaksimalkan demi tercapainya Indonesia Emas 2045; 

Pertahanan yang kuat menjadikan suatu Negara disegani oleh bangsa lain; 

Industrialisasi dengan memperkuat dan memperketat keluarnya bahan mentah dari dalam Negeri dan bahan mentah diolah dengan maksimial di dalam Negeri dan manfaatnya dirasakan oleh masyarakat; 

Reformasi politik, hukum dan birokrasi kebijakan ini untuk memperkuat Negara dalam mengatur alur pemerintahan yang sesuai dengan apa yang dicita-citakan; 

Transformasi keuangan negara harus diperhatikan sehingga Indonesia terbebas hutang dan pengelolaan anggaran harus tepat sasaran.

Prabowo juga menjelaskan, program pro rakyat yang memberikan perlindungan di sektor informal dan pekerja harian, serta program insentif ekonomi mikro betul-betul harus dilanjutkan dan dieksekusi dengan baik. Sehingga para pekerja informal, buruh harian, pedagang asongan semua bisa memenuhi kebutuhan dasarnya sehari-hari.

BACA JUGA