Jika Prabowo Subianto Menjadi Presiden!

Pria kelahiran Jakarta, 17 Oktober 1951 saat ini menjabat sebagai Menteri Pertahanan Republik Indonesia dalam Kabinet Indonesia Maju. Bukan tanpa alasan Prabowo Subianto bergabung dalam pemerintahan Jokowi yang merupakan rivalnya dalam (Pemilihan Umum) Pemilu 2019.

Prabowo Subianto yang kala itu mencalonkan diri sebagai capres dengan mengusung Sandiaga Uno sebagai cawapresnya maju dalam Pemilu melawan Jokowi – Ma’ruf. Meskipun Prabowo Subianto tidak menang dalam Pemilu 2019, demi persatuan Indonesia dia dan Sandiaga Uno bergabung bersama Kabinet Indonesia Maju.

Bagi dirinya “Kita tidak menginginkan adanya konflik yang merugikan kepentingan nasional. Kita semua bersaudara.” kata Prabowo Subianto. Pria yang mengawali karir militernya di TNI Angkatan Darat pada tahun 1974 ini meyakini tugas pemimpin hanya dua yakni membela dan mengurangi penderitaan rakyat. Tuntutan seorang pemimpin itu sederhana tapi berat.

“Tidak boleh lapar di Indonesia, tidak boleh ada putus asa di Indonesia,” Prabowo Subianto dalam kutipan merdeka.com. Prabowo Subianto yang saat ini menjabat sebagai Menteri Pertahanan telah membuktikan janjinya yang disampaikan pada saat berkampanye tahun 2019, Prabowo menyampaikan akan berjuang demi rakyat dan memberikan yang terbaik untuk pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Mantan Panglima Kostrad ini berjanji akan berjuang untuk kaum buruh yang pertama kali mendukungnya jadi calon Presiden. Bahkan, dia juga mendapatkan ikat kepala dari massa serikat buruh.

Bukti kerja nyata juga ditunjukkan oleh Sandiaga Uno yang kala itu menjadi cawapres Prabowo pada pilpres 2019. Sandiaga Uno yang juga bergabung dalam Kabinet Indonesia Maju sebagai Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia menggantikan Wishnutama banyak menuai pujian.

Sandiaga Uno mampu membawa pariwisata Indonesia tetap dikenal meskipun dihadapkan dengan pandemi covid-19.

Dikutip dari kompas.com Menteri Pertahanan Prabowo Subianto juga menjadi menteri atau pejabat setingkat menteri yang memiliki tingkat kepuasan kinerja tertinggi dalam survei Poltracking Indonesia terkini. Hasil kepuasan atas kinerja Menhan Prabowo Subianto mencapai 61,4%, lebih rincinya 8,9% sangat puas dan 52,5% puas.

Ini merupakan capaian paling tinggi dibanding menteri/pejabat setingkat menteri lainnya. Lalu ada Erick Thohir yang mendapatkan indeks kepuasan mencapai 59,4%.

Tak ketinggalan yang berperan penting dalam memajukan pariwisata dan ekonomi kreatif Sandiaga Uno yang mendapatkan kepuasan 57,7%.

Survei yang dilakukan Poltracking Indonesia pada 21-27 November 2022 dengan melibatkan 1.220 responden yang tersebar di 34 provinsi.

Sebagai Menhan, Prabowo juga piawai dalam membangun hubungan diplomasi antar negara. Baru-baru ini juga Menhan Prabowo Subianto menghadiri undangan Presiden MBZ dan membahas industri pertahanan.

Dalam pernyataannya Prabowo Subianto mengatakan “Kerja sama di bidang pertahanan, khususnya industri pertahanan sangat penting bagi kedua negara, terutama untuk pengembangan industri pertahanan di masa depan,” Saat ini Indonesia berpartisipasi dalam pameran IDEX (International Defence Exhibition and Conference) di ADNEC, Abu Dhabi.

Delegasi Indonesia yang dipimpin oleh Kementerian Pertahanan RI Prabowo Subianto membawa 12 industri pertahanan Tanah Air. Mulai dari PTDI, PT Pindad, PT PAL Indonesia, PT Len Industri, PT Ridho Agung Mitra Abadi, PT Jala Berikat Nusantara Perkasa, PT Falah Inovasi Teknologi, PT Fazza Royal Yantasir Simulasi, PT Persada Aman Sentosa, PT IPCD, PT SSE, dan PT Infoglobal.

Keikutsertaan Indonesia dalam pameran IDEX menjadi langkah besar untuk memperkenalkan Industri Pertahanan Indonesia di hadapan dunia. Prabowo juga berharap langkah ini dapat meningkatkan networking dan mencari peluang kerja sama dengan Industri Pertahanan luar negeri.

Dalam hal ini, Prabowo ingin Indonesia menjadi negara yang mandiri di kemudian hari dalam segala Industri. Bukan hanya dalam Industri Pertahanan, Prabowo juga akan mengembangkan berbagai Industri di Indonesia mulai dari pertanian hingga pertambangan yang menjadi sumber daya terbesar rakyat Indonesia.

 

-Ibnu Zain-

BACA JUGA