Prabowo Bangun Rumah Sakit Sebagai Inovasi dalam Peningkatan Keamanan dan Kualitas Pelayanan Kesehatan

Tahun 2020 adalah awal suatu momentum bersejarah kelam yang cukup menggemparkan dunia, membuat banyak negara berbondong-bondong menguatkan ketahanan dan pertahanan negaranya. Jutaan orang menjadi korban, nyaris semua sektor terkena imbasnya. Negara-negara di dunia berlomba-lomba untuk mencari solusi dan jalan keluar. Dalam kurun waktu kurang dari satu tahun sejak penyebaran pertamanya, dunia berada dalam titik keterpurukan krisis global, sosial ekonomi, dan pertahanan.

         Ya, virus corona atau yang lebih kita kenal dengan covid19 tersebar dengan sangat cepat. Pada 11 maret 2020 World health organization (WHO) menetapkan peristiwa ini sebagai Global Pandemic. Penyebaran virus ini sangat cepat dan terus bermutasi. Dalam sekejap covid mampu membunuh jutaan nyawa manusia tanpa pandang bulu, tidak ada satupun negara yang mempersiapkan diri akan hal ini. Para pemimpin dan jajaran negara dituntut untuk mencari cara agar penyebarannya tidak terus berlanjut dan melakukan penanganan yang cepat dan tepat.

         Pada akhir Maret 2020 Presiden Jokowi menyatakan bahwa stok Alat Pelindung Diri (APD) ditanah air sudah semakin menipis dan membutuhkan sekitar 3 juta APD, Presiden juga memerintahkan supaya APD dan Ventilator diproduksi dalam negeri. sumber

Selain itu hampir semua rumah sakit mengalami permasalahan yang sama yakni kurangnya bangsal untuk merawat pasien akibat membludaknya pasies covid-19, hingga terjadi penolakan terhadap pasien karena kondisi rumah sakit yang sudah tidak memadai. sumber

Kondisi seperti ini tidak hanya terjadi bagi masyarakat, bahkan seorang kepala daerah juga mengalami hal yang serupa, dimana saat dirinya terkena covid-19 terpaksa harus mendapatkan perawatan diluar kota hingga tutup usia.

sumber

         Mengacu pada kondisi diatas, Kementerian Pertahanan atas inisiatif Prabowo Subianto melakukan  langkah-langkah progresif untuk mengatasi semakin membludaknya jumlah pasien covid-19, langkah pertama yang beliau lakukan adalah merenovasi 110 rumah sakit yang dikelola TNI untuk pasien corona sumber

Tidak hanya sampai disitu, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto juga menyulap fasilitas Menhan seperti Badiklat Kemhan Salemba, Jakarta Pusat, Pusdiklat Bela Negara di Rumpin Bogor, dan Mess Stand by force di IPSC Sentul, Bogor menjadi rumah sakit darurat covid-19, yang totalnya bisa menampung hingga 1.650 tempat tidur bagi pasien COVID-19 se-Jabodetabek.

sumber

Kementerian Pertahanan (Kemhan) di bawah kepemimpinan Prabowo juga berhasil mendirikan Rumah Sakit (RS) Modular Jenderal TNI LB Moerdani di Merauke, Papua. RS ini didirikan hanya dalam tempo 20 hari untuk penanganan COVID-19 dan mendukung pelaksanaan PON XX di Papua. sumber

         Perhatian Menhan Prabowo Subianto terkait bidang Kesehatan untuk rakyat ini tidak hanya sebatas tentang covid-19, namun beliau juga menargetkan sejumlah pembangunan rumah sakit baru sebanyak 27 rumah sakit, hal ini dilakukan atas dasar situasi keamanan dunia yang sedang tidak stabil salah satunya adalah dampak dari  uji coba rudal nuklir yang dilakukan oleh Korea Utara. sumber

         Langkah startegis Prabowo ini diapresiasi oleh khalayak dan para pengamat. Hal ini dianggap efektif dalam membantu penanganan covid di Indonesia, banyak pasien yang akhirnya dapat segera tertolong dan tertangani dengan baik melalui gagasan belia. Ini merupakan salah satu prestasi Prabowo Subianto yang patut di acungi jempol selama memimpin Kementerian Pertahanan, tanpa banyak muncul di media beliau dengan sigap membangun dan memberikan apa yang dibutuhkan oleh masyarakat Indonesia pada masa “perang” pandemi ini.
Kepiawaan Prabowo dalam melakukan strategi ini tentu tidak luput dari pengalaman beliau dibidang militer selama lebih dari dua dasawarsa. Pemantapan fasilitas kesehatan selalu menjadi salah satu fokus utamanya dalam upaya pertahanan negara.
Dengan menambahkan rumah sakit di komando-komando utama dan meningkatkan fasilitas di RS TNI yang sudah ada, hal dapat menunjang penyediaan layanan kesehatan terbaik baik untuk TNI maupun masyarakat umum. “Ini sesuatu yang sangat penting dan dapat menjadi pendorong moril TNI karena kita memiliki fasilitas kesehatan yang memadai,” tegas Prabowo.
Berbicara mengenai kesehatan acapkali membuat seorang Prabowo Subianto menjadi emosional, ibunda beliau memanglah seorang perawat. Tak heran jika beliau bercita-cita untuk mendirikan akademi perawatan dan rumah sakit terbesar di Indonesia. Menurut beliau masalah kesehatan adalah masalah penting bagi masyarakat sebab menyangkut masalah mempertahankan kehidupan.
“Insting utama dalam makhluk hidup adalah “insting of survive”, maka setiap peradaban menempatkan masalah kesehatan sebagai masalah utama, karena peradaban yang berhasil harus sangat memikirkan dan merencanakan masalah kesehatan yang berhasil diukur dari pelayanan kesehatan dan negara tersebut kepada rakyatnya” Tegas beliau.
Bagaikan perang dunia ke 4, seluruh negara di dunia dibuat kewalahan oleh covid-19.  Ini harusnya menjadi gambaran dan pelajaran nyata jika perang dunia kedepannya terjadi, Indonesia sudah siap dan mempunya siasat strategis yang matang dalam menghadapinya khususnya dalam masalah kesehatan setidaknya kita sudah mempunyai pertahanan dengan fasilitas-fasilitas dan tenaga yang memadai. Keinginan seorang Prabowo Subianto ini dalam mendirikan Rumah Sakit terbesar di Indonesia sebenarnya sudah seringkali beliau sampaikan dan sosialisasikan, bahkan beliau memasukannya dalam visi-misi pencalonan presiden lalu dan mendatang.

         Ini adalah sebuah tujuan dan cita-cita yang harus kita apresiasi dan bantu wujudkan, bukan hanya mengenai keinginan seorang Prabowo Subianto, namun ini juga mengenai kesejahteraan, keamanan dan pertahanan Indonesia. Kita harus senantiasa mempersiapkan bekal sebanyak-banyaknya dan sekuat-kuatnya dalam menghadapi segala macam tantangan global yang akan datang, baik pandemi, maupun perang dunia, kita harus selalu dalam keaadaan yang siaga dan “well maintaned”.

         Untuk masa depan negeri tercinta ini, pilihan ada tangan kita semua. Apakah kita akan memilih pemimpin yang hanya berkelut mengobral janji manis dan membuai rakyatnya dengan segala visi dan misi yang masih bias. Atau kita memilih pemimpin yang sudah jelas rekam kinerjanya, pemimpin yang berfikir realistis jauh kedepan demi melindungi segenap rakyatnya.
Para pengamat politik sudah seringkali menyampaikan jika kita berada dibawah komando seorang pemimpin yang tegas, cerdas, berpengalaman, dan tentunya mempunyai rasa cinta dan tanggung jawab yang besar terhadap rakyat, Indonesia akan segera mencapai titik kemerdekaan yang sesungguhnya. Bahkan bukan tidak mungkin Indonesia akan segera menjadi negara “super power”. So, Indonesian’s future is on our hand, and the choice is yours.

-AJ

BACA JUGA