Penulis: M. Fajri Yanuar
OpiniKita.Id – Perkembangan industri pertahanan pada era Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dinilai cukup memuaskan, serta hubungan diplomasi pertahanan Indonesia dengan negara lain juga terus berjalan dengan baik.
Menteri Pertahanan RI Prabowo Subianto bersama Presiden RI Joko Widodo telah meluncurkan Holding BUMN industri pertahanan Defence Industry Indonesia (DEFEND ID) dan program Strategis BUMN Industri pertahanan.
Keanggotaan DEFEND ID terdiri dari lima BUMN di bidang industri pertahanan, yaitu PT LEN sebagai induk holding, PT Pindad, PT Dirgantara Indonesia, PT PAL Indonesia dan PT Dahana.
Sudah seharusnya Indonesia membangun industri pertahanan dalam negeri agar siap memasuki era persaingan baru dan mampu memenuhi kebutuhan alutsista untukmenjaga kedaulatan NKRI.
Saat ini kemajuan industri pertahanan terlihat dari kemampuan PT Dirgantara Indonesia meningkatkan produksi pesawat jenis CN-235 dan sudah ada permintaan dari beberapa negara untuk pemesanan pesawat tersebut.
Selain itu, PT Pindad juga memberikan kontribusi nyata dalam industri pertahanan dengan membuat kendaraan taktis sebanyak 500 unit yang sedang diproduksi untuk menambah kekuatan pertahanan negara.
Bukan hanya itu, Prabowo juga dinilai melakukan hubungan diplomasi pertahanan dengan baik yang tentunya hubungan diplomasi tersebut akan memperkuat dukungan negara lain bagi kekuatan pertahanan kita.


