Prabowo Utamakan Pendidikan Politik Cegah Maraknya Korupsi 

Penulis: Abdul Aziz

OpiniKita.Id – Calon Presiden (Capres) mementingkan penguatan pada sektor pendidikan politik terhadap masyarakat. Itu sebagai langkah pencegahan terjadinya money politik atau politik uang yang bisa menjurus kepada korupsi.

Sikap tersebut sebagai jawaban atas pernyataan Prabowo yang mengatakan ‘rakyat boleh menerima uang, tapi tetap gunakan hati nurani untuk memilih’. Pada konteks itu, Prabowo sebenarnya ingin mensosialisasikan pentingnya pendidikan politik.

Karena, jika rakyat tetap menggunakan hati nurani dalam menentukan pilihan, semua kegiatan money politik yang sudah direncanakan akan sia-sia. Ketika masyarakat sudah mandiri dan semakin rasional, maka kegiatan politik uang akan berhenti dengan sendirinya.

Maksud dan tujuan Prabowo itu sangat baik karena untuk membuat jera para politisi yang masih menggunakan uang untuk membeli suara. Menhan Prabowo mengajak seluruh rakyat untuk selalu rasional dalam menentukan hak pilihnya.

Prabowo mencoba mencegah korupsi dari bawah yakni masyarakat. Hal itu dikarenakan agar rakyat tetap menjaga rasionalitasnya dalam memilih, meskipun uang tersebut diterima namun tetap berpegang teguh dengan hati nurani.

Jadi strategi yang dilakukan Prabowo bukan memberantas korupsi dari atas, tapi mengajarkan kepada masyarakat untuk cerdas bahwa politik uang itu akan mubazir pada akhirnya.

Sehingga, kelompok-kelompok yang menggunakan money politik akan merasa sia-sia sudah memberikan uang kepada rakyat tapi tetap tidak terpilih dan akhirnya meninggalkan cara tersebut.

BACA JUGA