Penulis: Abdul Aziz
OpiniKita.Id – Sejak dilantik Presiden Joko Widodo sebagai menteri pertahanan pada 23 Oktober 2019, Prabowo Subianto telah menunjukkan sederet komitmen dalam membangun sumber daya manusia (SDM) dan pendidikan di tanah air. Dalam kapasitas sebagai menhan, Prabowo menjalankan program-program yang berkaitan erat dengan kedua aspek tersebut.
Pertama, pembentukan Komponen Cadangan (Komcad). Ini adalah amanah UU Nomor 23 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Sumber Daya Nasional untuk Pertahanan Negara.
Menhan Prabowo memastikan pembentukan Komcad akan terus dilakukan. Pada tahun 2024, rencananya akan dibentuk personel Komcad, sebanyak Rindam Jaya (350 orang), Rindam IV/ Diponegoro (375 orang), Rindam V/ Brawijaya (375 orang), Rindam XVI/Pattimura (150 orang), RindamXVII/Cendana (150 orang), Kodikmar (500 orang), Wingdik 800/ Pgt (500 orang) dan Pusdik Armed/ Pusdik Bekang (wanita) sebanyak 100 orang.
Lalu untuk sektor pendidikan, Menhan Prabowo melakukan peningkatan kapasitas Universitas Pertahanan (Unhan). Dalam pertemuan dengan Dekan dan Dosen Fakultas Kedokteran Militer Universitas Pertahanan (Unhan) RI di kantor Kementerian Pertahanan, Menhan Prabowo kembali menceritakan alasan penambahan program S-1 Unhan.
Sejak tahun 2020, kampus yang berada di bawah naungan Kemhan itu mulai memiliki jenjang pendidikan S-1 dengan empat fakultas, yakni Fakultas Kedokteran Militer, Fakultas Farmasi Militer, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Militer, serta Fakultas Teknik Militer.


