Gajah Mada dan Kuwu Panjer “Moksa” di Kebumen, Situs Pamoksan Jadi Bukti Sejarah Lintas Kerajaan



KEBUMEN – Sebuah situs bersejarah di wilayah Panjer, Kebumen, kembali menarik perhatian para pemerhati sejarah Nusantara.  Situs Pamoksan Gajah MadaGajah Mada dan Kuwu Panjer Nagari dipercaya sebagai tempat “moksa” atau lepasnya raga sang Maha Patih legendaris Majapahit bersama Kuwu Panjer penguasa lokal saat wilayah itu masih berbentuk kerajaan bernama Panjer Nagari.

Menurut penjelasan Yayasan Wahyu Pancasila, situs ini menjadi bukti kedekatan spiritual dan historis antara Mahapatih Gajah Mada dan Kuwu Panjer. Moksa, sebagaimana dijelaskan, merupakan keadaan di mana seseorang mencapai kesempurnaan jiwa sehingga tubuhnya lenyap terselubung cahaya kasukman akibat laku tapa brata.

Pendiri Yayasan Wahyu Pancasila, Ravie Ananda, mengungkapkan bahwa hubungan antara Gajah Mada dan  Kuwu Panertelah terjalin jauh sebelum kepergian sang patih dari Majapahit.

“Panjer Nagari pada masa itu merupakan kerajaan mandiri di antara dua kekuatan besar  Majapahit dan Pajajaran. Keduanya memilih menghabiskan sisa hidup di wilayah ini dan akhirnya moksa di tempat yang sama,” jelas Ravie.

Kunjungan tokoh seperti GKR Mangkubumi ke situs Pamoksan semakin memperkuat posisi Panjer Nagari sebagai bagian penting dari jaringan sejarah Jawa kuno. Situs ini kini menjadi tempat ziarah budaya sekaligus lokasi penelitian spiritual-historis bagi masyarakat yang ingin menelusuri jejak Gajah Mada di luar pusat Majapahit.

Dengan daya tarik sejarah dan nilai spiritual yang tinggi, situs Pamoksan di Panjer Nagari diharapkan mendapat perhatian pemerintah daerah maupun nasional agar bisa dikembangkan sebagai destinasi wisata budaya berbasis sejarah kebangsaan.

BACA JUGA