Penulis : Gojes
Pada beberapa waktu yang lalu Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Prabowo Subianto pada Rabu, 8 Maret 2023 mendatangi bandara Halim Perdanakusuma di bilangan Jakarta Timur. Kedatangan Prabowo Subianto selain mendampingi Presiden Joko Widodo, juga untuk melakukan serah terima pesawat anyar yang baru diboyong dari Negeri Paman Sam itu.
Pesawat C-130-J-30 Super Hercules yang dibeli oleh pemerintah Indonesia, selanjutnya diserahkan kepada Prabowo Subianto selaku Menteri Pertahanan. Pesawat yang baru datang itu rencananya akan digunakan untuk memperkuat sistem pertahanan udara di wilayah Indonesia. Selain digunakan untuk keperluan militer, pesawat tersebut juga digunakan untuk keperluan non militer seperti penanganan bencana yang melanda di Negeri kita yang tercinta ini.
Dalam Kesempatan itu, Pak Jokowi melakukan seremoni adat istiadat leluhur kita dengan memecahkan kendi dan juga memandikan air kembang di bagian roda serta moncong pesawat. Setelah memandikan bagian pesawat, Menhan selanjutnya menemani Presiden untuk mencoba bagian dalam pesawat Hercules.
Pak Menhan bersama RI 1 itu juga menyempatkan diri untuk duduk di bagian dalam kokpit serta kursi pesawat baru tersebut. Untuk memperkuat pertahanan Indonesia, pada kesempatan itu Presiden Joko Widodo menyatakan tekadnya untuk bisa memenuhi harapan masyarakat Indonesia. Sehubungan dengan rencana menambahkan 4 unit pesawat Hercules yang baru Prabowo melontarkan pernyataannya.
Menhan juga sedikit membeberkan, Pemerintahan Jokowi sudah menunjukan bentuk dukungan yang sangat besar bagi pertahanan Indonesia. “Dukungan pemerintah Pak Jokowi itu saya lihat dalam sejarah untuk Indonesia itu terbesar,” kata Prabowo.
Setelah melakukan serah terima dan siraman pesawat Hercules itu, Prabowo juga menyempatkan diri untuk merasakan terbang dengan menaiki Jet F-16. Menhan terbang selama 30 menit menaiki pesawat tempur F-16 TNI AU TS-1601. Prabowo terbang dan didampingi Kepala Staf TNI AU (Kasau) Marsekal TNI Fadjar Prasetyo yang menaiki pesawat tempur F-16 TNI AU TS-1621.
Selepas terbang, ia pun mendarat dan langsung disematkan Brevet Wing Penerbang Kehormatan Kelas I dari TNI Angkatan Udara (AU) oleh Panglima TNI Laksamana Yudo Margono
Usai terbang dan dapat brevet kehormatan TNI AU, Prabowo mengaku sangat bangga sekali dan mengakui, menjadi pilot pesawat itu tentunya sulit. Prabowo Subianto juga memiliki keinginan jadi penerbang AU merasa bangga dan terhormat bisa ikut dalam suatu penerbangan.
“Saya sangat kagum dan membuat kita semakin sadar bahwa pertahanan itu bukan suatu kemewahan. Pertahanan adalah syarat untuk kita terus merdeka,” kata Prabowo
“Saya ikut dalam suatu penerbangan yang sebenarnya sangat singkat tapi bagi saya pengalaman luar biasa,” tuturnya.
Prabowo juga mengaku, sulit jadi penerbang apalagi pesawat tempur canggih yang dimiliki TNI AU.
“Ini kehormatan, tapi lebih dari itu saya diberi pengalaman sehingga saya sangat appreciate, saya sangat merasakan pertahanan itu tidaklah gampang.” Ucapnya lagi.
Ia juga menyebut, tanpa adanya pertahanan yang kuat, negara akan diinjak-injak oleh bangsa lain.
“Tanpa pertahanan yang kuat kekayaan kita akan diambil terus. Saya kira, itu pelajaran yang saya dapat hari ini,” ujarnya.
Lebih lanjut, Menhan mengingatkan akan pentingnya kesadaran dalam persoalan yang menyangkut pertahanan.
“Pertahanan itu bukan suatu kemewahan, tetapi pertahanan adalah syarat untuk kita bisa terus merdeka,” tegas Prabowo.
Demikian kabar mengenai pesawat terbaru TNI AU yang telah dikutip dari ayojakarta.com.
Dari sini kita belajar banyak hal dan menambah pengetahuan kita, khususnya untuk masyarakat awam. Poin pertama adalah menjaga kedaulatan Indonesia ini tidak lah mudah, butuh kesolidan dan pertahanan yang sangat kuat agar kita tidak dapat di ganggu oleh Negara lain. Poin yang kedua adalah kita harus menambahkan armada-armada yang terbaik, agar bisa dapat memperkuat dan memperkokoh pertahanan Negara kita ini, supaya tidak ada yang mengusik keamanan dan kenyamanan seluruh masyarakat Indonesia.


