Banyak sekali media yang mengutip berita media israel dan memutar balikkan fakta yang terjadi sehingga berita lama dr tahun 2021 menjadi viral seolah2 #Prabowo “mengemis” Dukungan pada israel karena maju pilpres 2024. Alangkah jahatnya framing tersebut karena selain menutupi kejadian sebenarnya juga artikel yang digunakan adalah artikel lama. Dan isi dari artikel berdasarkan opini penulis krn dimana fakta cuma sebagian kecil, yg ada statement resmi dr beliau. Berikut statement resmi yg dikutip koran tersebut (selanjutnya adalah karangan bebas jurnalis israel tsb)
“After the photo was published, subianto issued a statement saying it was prohibilited for him to speak israeli officials when it is in the national interest”
Klo ditranslate kurang lebih spt ini, dia tidak dilarang berbicara dengan pejabat israel jika itu utk kepentingan nasional.
Pihak israel sendiri yg melebih2kan seolah2 kerjasama dibidang pangan, khususnya bidang r dan d (riset and development aka penelitian dan pengembangan) dibidang pangan akan berkembang menjadi normalisasi hubungan Indonesia dan israel.
Setelah ada keinginan pemerintahan biden utk mendorong normalisasi Indonesia dan israel dlm berita koran tersebut.
(Biden adminitration is really pusing for israel-indonesia normalization)
Dan ketika di 2023 berita koran tersebut viral dengan headline yg justru isinya kebalikan dari semua, seolah2 saking ngebetnya menjadi presiden maka sampe dibelain “mengemis” Dukungan pd israel.
Alangkah kotornya usaha utk membunuh karakter beliau dgn isi sensitif dgn melibatkan israel dan ujung2 nanti akan digoreng dengan isu kemanusiaan di Palestina.
Padahal dalam sejarahnya belum ada hubungan diplomatik resmi antara Indonesia-israel krn sampai kapanpun Indonesia mendukung penuh kemerdekaan Palestina, negara pertama yang mendukung kemerdekaan Republik Indonesia.
Indonesia memang tidak memiliki hubungan diplomatik resmi tapi memiliki hubungan tidak resmi dibidang perdagangan, pariwisata dan keamanan. Tercatat dalam sejarah hanya presiden Soeharto dan Gus Dur yg “menunjukkan” Hub dgn pemerintahan israel ke publik. Selain mereka kerjasama dgn israel hanya lewat negara ketiga seperti iran, turki,india dan Singapura utk menjadi perantaranya.
Pemerintahan Soeharto membuka kerjasama dibidang keamanan dan militer bahkan pd tahun 1993 perdana menteri Israel Yitzhak Rabin mengunjungi Indonesia dan ditahun yg sama Indonesia jg menjadi pendukung adanya perjanjian oslo antara Palestina dan israel.
Sayang sekali Yitzhak Rabin tewas ditembak pd th 1995 oleh org yg tdk setuju adanya perjanjian oslo tsb.
Di era reformasi, pemerintahan Gus Dur berniat menjalin kerjasama dibidang ekonomi dan perdagangan secara resmi dgn israel sayang sekali beliau dilengserkan.
Setelah pemerintahan Soeharto dan Gus Dur, hub kerjasama dgn israel masih lewat negara ketiga.
Indonesia masih tetap berpegang teguh tdk akan membuka hubungan diplomatik resmi dgn israel selama Palestina belum resmi merdeka dan dinyatakan sbg negara berdaulat sebagai dukungan moril pd rakyat Palestina yg sampai saat ini memperjuangkan kemerdekaan nya.
Saat ini pemerintah RI menjalin kerjasama dibidang pangan khususnya dalam bidang riset dan pengembangan teknologi pertanian sebagai bentuk keseriusan progam lumbung pangan mengingat urgensi mengatasi permasalahan pangan akibat krisis global dan perubahan iklim. Suka tidak suka tekhnologi pertanian Negeri ini masih jauh ketinggalan dan israel memiliki tekhnologi yg sangat canggih dibidang ini.
Hanya pemimpin yg mempunyai visi kedepan spt ini yg harus didukung utk kepentingan bangsa.
InsyaAllah tetap mendukung #Prabowo
#Prabowo2024
Penulis : Laksmi


