Prabowo Subianto dikenal sebagai sosok yang tegas, ketegasannya dibentuk melalui berbagai pengalaman hidup yang telah ia jalani. Dididik sebagai prajurit yang siap berperang dan bertaruh nyawa, Prabowo menjadi pribadi yang pemberani dan disiplin.
Sebagai seorang prajurit tentu didik untuk memiliki mental yang kuat, berbagai ancaman dan resiko tereburuk seperti hilangnya nyawa di medan tugas pun harus siap ditanggung.
Dalam dunia politik, Prabowo gagal terpilih dalam beberapa kontestasi Politik, dari mulai menjadi Cawapres Megawati Soekarno Putri pada Pemilu 2009 yang harus mengakui keunggulan SBY yang berpasangan dengan Boediono.
Kemudian menjadi Capres berpasangan dengan Hatta Rajasa di 2014 , beliau harus mengakui kemenangan Jokowi-JK. Dan terakhir di 2019 Beliau berpasangan dengan Sandiaga Uno dan harus menerima kekalahalan kedua kalinya dari Jokowi yang saat itu berpasangan dengan KH. Ma’ruf Amin.
Pada Pemilu 2024 Prabowo Subianto digadang-gadang akan maju kembali dengan bermodal kinerja yang baik sebagai Menteri Pertahanan dan ditopang dengan hasil survei yang dilakukan oleh LSN dari tanggal 24 Mei sampai 3 Juni, Prabowo unggul dengan elektabilitas 38,5% dari 34 Provinsi.
Dari Prabowo kita dapat memahami sebuah arti perjuangan, kegagalan bukanlah alasan untuk menyerah dan diam. Dalam beberapa kesempatan untuk memotivasi kadernya Prabowo selalu menyampaikan “jika jatuh maka bangkit lagi, jatuh bangkit lagi, jatuh angkit lagi”, begitu kata-kata yang terngiang dari Prabowo.
karena berapa kali pun kita terjatuh, kita harus berusaha bangkit. Bagi seorang yang bermental seperti Prabowo, berjuang adalah sebuah kewajiban, kita gagal bukan saat kita kalah, melainkan saat kita berhenti berjuang.
Dan melihat perjuangan yang selama ini dilakukan oleh Prabowo Subianto, sudah barang tentu 2024 menjadi Tahunnya Prabowo.
Oleh: Ega Maulana (Penulis Kompasiana)


