Demokrat Lebih Rasional Jika Bergabung Dengan Koalisi Indonesia Maju

Penulis: Abdul Aziz

OpiniKita.Id – Partai Demokrat lebih rasional bila melabuhkan dukungan ke bakal calon presiden (capres) Prabowo Subianto. Demokrat sejauh ini belum menyatakan sikap usai meninggalkan koalisi pendukung bakal capres Anies Baswedan.

Mendukung Prabowo Subianto merupakan langkah politik paling rasional bisa ditempuh oleh Partai Demokrat selepas hengkang dari Koalisi Perubahan untuk Persatuan.

Partai Demokrat memiliki catatan sejarah pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 dalam mendukung Prabowo. Relasi politik relatif Prabowo dan Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) juga dinilai bisa memuluskan langkah politik tersebut.

Selain itu, komunikasi antara Demokrat dan PDIP juga belum terlihat untuk mengisyaratkan partai berlogo mercy itu merapat ke poros bakal capres Ganjar Pranowo. Komunikasi itu juga digadang-gadang bakal mempertemukan SBY dan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

Kalau kita lihat, misalkan merapat ke Gerindra itu pilihan rasional bagi Demokrat. Apa pertimbangannya? Tentu kalkulasi yang matang karena dalam pemilihan serentak Pileg dan Pilpres usulan capres cawapres akan mempengaruhi elektabilitas partai politiknya.

Jadi kalau ke Anies Baswedan Demokrat sudah tidak mungkin. Kemudian ke Ganjar susah karena hubungan SBY dan Megawati tidak pernah akrab. Jadi sulit Demokrat berkoalisi dengan PDIP.

Yang jalan tengah dan rasional bisa dilakukan Demokrat bergabung dengan Prabowo bersama Koalisi Indonesia Maju. Karena mungkin di KIM Demokrat bisa lebih nyaman dan dapat fillnya, lebih sedikit resistansinya jika dibandingkan dengan berkolisi dengan Ganjar.

BACA JUGA