Rekam Jejak Prabowo Subianto di Dunia Militer

Penulis: M. Fajri Yanuar

OpiniKita.Id – Membahas sosok Prabowo Subianto tidak jauh dari membahas rekam jejak Prabowo di dunia militer. Rekam jejak Prabowo Subianto dalam dunia militer dapat kita jadikan suatu motivasi dalam perjuangan karir Prabowo di dunia militer. 

Rekam jejak Prabowo di militer dimulai dari dirinya menempuh pendidikan Akademi Militer dan luus pada tahun 1976 dengan pangkat Letnan Dua.

Pada tahun 1976 samapai tahun 1985 Prabowo bertugas di Komand Pasukan Sandi Yudha atau Kopassandha yang dulu merupakan pasukan khusus TNI AD.

Dalam usianya yang masih mudah sekitar 26 tahun, Prabowo menjadi Komandan Pleton Oprasi Seroja untuk memimpin misi penangkapan Nicolau dos Reis Lobato, dedengkot Fretilin.

Mendirikan Detasemen Khusu 81, Satuan Elit Anti Teror Kopassus dan diangkat menjadi Komandan Jenderal Kopasus pada tahun 1995 dengan misi melaksanakan operasi pembebasan andera Manpenduma dari tagan OPM.

Memimpin Ekspedisi Puncak Everest, menjadikan Indonesia sebagai negara Asia Tenggara pertama yang berhasil menaklukan puncak Everest.

Prabowo juga lulusan terbaik Fort Bragg, sekolah pasukan khusus tersulit di dunia. Ia juga menjadi pelatih pasukan khusus Kambija dan mendapatkan penghargaan dari PM Kamboja.

Dan pada masa menjabat sebagai Menteri Pertahanan, Prabowo berhasil meyakinkan Kongres Amerika untuk menyetujui penjualan pesawat tempur supersonik, membantu PT PAL mengekspor kapal perang jenis Landing Platform Dock ke Filipina.

Bukan hanya itu dalam pendidikan militer, Prabowo mengembangkan program studi Sarjana Kedokteran Militer dan Sarjana MIPA Militer di UNHAN serta membebaskan biaya kuliah bagi kadet berprestasi.

BACA JUGA