Harapan Duet Prabowo – Ganjar : Rakyat vs Ego Partai

OPINIKITA.ID – Belakangan ini telah mencuat wacana duet maut yang dianggap begitu kuat, dan bisa dibilang sangat berpotensi besar buat menang di Pilpres 2024 mendatang. Prabowo Subianto yang notabennya terus unggul di survei elektabilitas selalu di puncak teratas, disandingkan dengan Ganjar Pranowo yang juga punya tren positif lumayan dalam beberapa survei elektabilitas. Bukan sebuah shipping asal, tapi duet ini jadi perhatian serius buat warga +62. Karena, kedua tokoh ini cukup pantas, dan cocok.

Lembaga survei IndoStrategi Research and Consulting merilis hasil survei tentang simulasi pasangan Capres, dan Cawapres dari tokoh-tokoh potensial buat maju di Pilpres 2024. Hasil survei menunjukkan simulasi pasangan calon Prabowo – Ganjar memperoleh dukungan 60,3% responden. Survei ini diselenggarakan pada tanggal 27 Oktober s/d 5 November 2022, yang melibatkan 1.230 responden dengan kriteria penduduk se-Indonesia di atas 17 tahun atau yang memiliki KTP. Pengambilan data dilakukan dengan metode multistage random sampling.

Muhaimin Iskandar alias Cak Imin selaku Ketum Partai,  sosok yang digadang – gadang bakal jadi Cawapres dari Pak Bowo angkat bicara mengenai Isu duet Prabowo – Ganjar. Cak imin berkata, koalisi PKB, dan Gerindra bakal bubar jika benar wacana itu benar adanya.

Karena baginya hal ini akan menghambat terealisasinya duet maut, pasalnya statement Cak Imin akan menimbulkan putusnya tali silaturahmi yang sudah dijalin antara Gerindra, dan PKB. Walau, Gerindra santai menanggapinya. “Soal penentuan tentu merupakan domain Pak Prabowo dan Gus Muhaimin Iskandar, beliau berdualah yang akan menentukan dan akan mengumumkan,” ujar Wakil Ketua Umum (Waketum) Partai Gerindra Habiburokhman.

Ketua Umum Kornas Ganjarist Kris Djantra mengatakan, situasi ini cukup dinamis, dan masih cair, segala kemungkinan masih bisa terjadi. Namun, mereka tetap fokus buat memperjuangkan Ganjar jadi Presiden.

Jadi hal itu menandakan bahwa, relawan Ganjar masih kekeh pengen Ganjar jadi Presidennya, dan mengesampingkan potensi besar Prabowo memimpin menjadi Capres, dan Ganjar sebagai wakilnya.

Mengenai PDIP, mereka mengaku sampai detik ini belum mengeluarkan nama, siapa bakal Capres yang diusung buat maju ke Pilpres 2024. Selain itu, PDIP juga menegaskan bahwa mencuatnya isu duet Prabowo – Ganjar adalah framing masyarakat semata yang akhirnya memunculkan wacana duet yang sebenarnya “tanpa restu”.

Yang kita ketahui, Bu Megawati selaku Ketua Partai masih belum memberi restu buat Ganjar di Pilpres 2024. Mungkin masih ingin penerus estafet Pemimpin Negara dilanjutkan oleh darah daging keturunan Bung Karno. Sayangnya sampai detik ini, kita belum bisa melihat potensi nyata dari darah daging murni keturunan Presiden pertama Indonesia.

Rakyat sebagai komponen penting dalam negara melihat duet Prabowo – Ganjar dengan kacamata awam yang bebas dari kepentingan politik. Prabowo Subianto yang dipandang mempunyai jiwa gigih, Patriot, dan pantang menyerah, serta nasionalisme yang ]begitu tinggi kepada Bangsa, dan Negara adalah calon kompeten yang masih menjadi andalan.

Terbukti dari hasil survei banyak lembaga yang menyatakan hasil unggul dari elektabilitas Prabowo Subianto dirasa sangat baik sebagai Menhan di masa Pemerintahan Presiden Jokowi. Selain Prabowo, Ganjar juga merupakan sosok yang cukup baik track recordnya di mata publik. Sebab, dirinya dirasa cukup berhasil menahkodai Jateng dengan gayanya.

Selain itu, kemunculan dua sosok yang sering disebut namanya oleh Pakde Jokowi ini (Prabowo – Ganjar) pada acara panen raya di Lenjer, Kebumen, Jawa Tengah beberapa waktu lalu, menjadi framing yang memperkuat isu duet mereka.

Pasalnya kehadiran mereka di waktu yang bersamaan mendampingi Jokowi terlihat sangat akrab, dan cocok bersanding dalam beberapa potret kehangatan kebersamaan mereka bertiga.

Sehingga, pandangan murni yang bermunculan dari kalangan masyarakat ini menjadikan wacana yang kuat, dan beredar semakin berkembang. Serta, makin banyak mendapatkan dukungan, pujian dari para netizen Indonesia.

Penulis: Fani Fadilla

Editor : Fiqri Aksana R

BACA JUGA